“BU, ada semut di roti Otong,” teriak Otong, seorang anak berumur lima tahun, yang sedang sarapan.
“Jangan dimakan semutnya!” teriak si ibu dari dalam kamarnya.
Wednesday, April 29, 2009
ANEH
“Pacarku aneh!” kata seorang cowok pada teman dekatnya.
“Kenapa?”
“Kalau di rumah ia tidak pernah mau menutup mulutnya, tapi waktu didokter Gigi, dia tidak berani membuka mulutnya.”
“Kenapa?”
“Kalau di rumah ia tidak pernah mau menutup mulutnya, tapi waktu didokter Gigi, dia tidak berani membuka mulutnya.”
ALASAN
Dengan penuh semangat, seorang mahasiswa peserta KKN berpidato di depan penduduk desa.
“Jadi Bapak- bapak dan ibu- ibu, kita tidak usah menutup sumur- sumur yang ada, agar sinar matahari bisa masuk dan ….”
Byuurr!
“Suara apa itu, pak? Tanya mahasiswa tersebut kepada seorang bapak yang duduknya paling dekat.
Bapak tersebut menjawab kalem.” Itulah salah satu alasan mengapa sumur- sumur kami ditutup. Itu tadi suara kambing kecebur sumur.”
“Jadi Bapak- bapak dan ibu- ibu, kita tidak usah menutup sumur- sumur yang ada, agar sinar matahari bisa masuk dan ….”
Byuurr!
“Suara apa itu, pak? Tanya mahasiswa tersebut kepada seorang bapak yang duduknya paling dekat.
Bapak tersebut menjawab kalem.” Itulah salah satu alasan mengapa sumur- sumur kami ditutup. Itu tadi suara kambing kecebur sumur.”
KETINGGALAN
Seorang presiden yang dikenal sebagai orator ulung tengah menuju podium untuk berpidato dalam suatu sidang PBB. Tiba- tiba seorang ajudannya menghentikan langkah si orator sambil berkata,” Maaf pak, sebaiknya anda mengurungkan niat berpidato disini.”
“Lho, ada apa? Apa ada ancaman teroris?”
“Bukan, Pak! Tetapi naskah pidato bapak yang saya bawa ketinggalan.”
“Lho, ada apa? Apa ada ancaman teroris?”
“Bukan, Pak! Tetapi naskah pidato bapak yang saya bawa ketinggalan.”
KEKURANGAN
Seorang bapak yang kini hidup berkecukupan berkat pekerjaannya sebagai pengemis, berkonsultasi pada seorang Psikiater.
“Saya mengemis semenjak ibunya anak- anak minggat. Hasilnya, saya dapat membiayai dua anak saya hingga sarjana dan tiga lagi masih sekolah. Semua yang dulu saya inginkan telah tercapai. Satu- satunya ambisi yang sekarang adalah saya ingin terus mengemis hingga kekayaan saya bertambah tiga kali lipat lagi.”
“Kalau begitu, bapak masih punya satu kekurangan lagi.”
“Apa itu? ”Rasa Malu.”
“Saya mengemis semenjak ibunya anak- anak minggat. Hasilnya, saya dapat membiayai dua anak saya hingga sarjana dan tiga lagi masih sekolah. Semua yang dulu saya inginkan telah tercapai. Satu- satunya ambisi yang sekarang adalah saya ingin terus mengemis hingga kekayaan saya bertambah tiga kali lipat lagi.”
“Kalau begitu, bapak masih punya satu kekurangan lagi.”
“Apa itu? ”Rasa Malu.”
Subscribe to:
Posts (Atom)